Jumat, 08 Oktober 2010

Analogi Sederhana "Si Kembar"

Seringkali objektivitas kita menjadi subjektif seketika. Kedekatan psikologis ataupun karakter bisa menjadi salah satu penyebabnya. Banyak orang yang mengaku objektif dalam menilai sesuatu. Namun ketika ia dihadapkan pada sebuah pilihan yang sulit, maka emosi antara perasaan dan logika mulai diaduk-aduk. Bingung untuk memilih dan menentukan sikap, mana yang benar dan mana yang salah.

Apalagi ketika pilihan tersebut memberikan dampak besar bagi si pemilihnya, resiko yang harus diterima ketika ia memilih opsi A atau opsi B, tentunya sudah di depan mata. Salah pilihakan berakibat fatal. Bahkan pilihan yang kecil sekalipun bisa menjadi boomerang besar, bagi si pemilih maupun yang dipilih. Entahlah, memang sulit untuk membedakan objektif dan subjektif. Dua kata yang jika diibaratkan sebagai manusia, bagaikana si kembar berbeda karakter. Namun mereka saling merasakan dan mempunyai “ikatan batin” satu sama lain. Adakalanya objektif memberikan dukungan kepada subjektif, dan sebaliknya. Namun bukan tidak mungkin keduanya akan saling menjatuhkan bahkan menghancurkan.

Ini hanya, analisa dari sebuah pemikiran kecil yang mungkin sulit dimengerti. Tapi setidaknya, itulah fenomena yang sering dijumpai, namun terkadang dilupakan. Analogi yang sulit dimengerti, namun sesungguhnya mudah untuk dipahami.

Pekanbaru, Okt 2010

Kamis, 07 Oktober 2010

Akhir Kisah Ini ^_^


Air mata sungguh tak dapat terbendung, ketika perpisahan itu benar-benar nyata,, rasa sesak di dada seakan melayang seiring untaian kata maaf dan terima kasih,, Waktu memang begitu cepat berlalu, tak seorang pun yang bisa menghadang pergulirannya, banyak kenangan yang terlukiskan, banyak kisah yang tertuliskan, banyak cerita yang terukirkan..

Aq memang tak sempurna di mata mereka
Aq juga tak seperti yang mereka harapkan
Aq bahkan tak mampu memahami mereka lebih dalam
Tapi, aq sudah terlanjur menyayangi mereka
Aq selalu berusaha untuk mengerti mereka
Aq selalu berusaha untuk membagi ceritaku bersama mereka


Terkadang, aku membenci suasana itu,
Kenapa air mataku harus keluar,
Kenapa dadaku harus sesak,
Kenapa mereka juga harus menangis


Entahlah, metamerfosa hidup ini memang selalu berganti,
Kurun waktu telah menjadikannya semu,
Bayang-bayang mentari esok hari, mungkin tak kutemukan lagi di senja hari ini
Langkah kaki ini tak tertuju kembali di sini


Hanya maaf dan terima kasih yang tak’ kan pernah henti ku ucapkan
Karena hanya itu yang sanggup aku lakukan
Aku tak berdaya dan menjadi begitu lemah, ketika harus melepas mereka
Tapi setidaknya aku bahagia, karena keinginanku sudah berhasil, walaupun mungkin mereka tak menyadarinya,,

Mungkin jika aku lebih bersama mereka, semuanya justru hancur,,
Biarlah mereka tahu seiring waktu yang bergulir,,

Kisah ini memang tak sempurna, tapi semua yang aku dapatkan semakin menyempurnakan hidupku,,,




Juni 2009

Diam... Pikir... dan Jawablah!!!

Jiwa yang terbelenggu,, tersulut amarah yang merasuki sukma
Jiwa yang termangu,, terbakar dendam yang membara
Puing-puing kejujuran mulai runtuh,,
Tiang-tiang kesetiaan mulai berjatuhan,,
Tonggak-tonggak kebijaksanaan mulai roboh…

Semua hanya kebohongan belaka,, semua hanya kamuflase kosong,, semua penuh kemunafikan,, semua hanya omongan hampa…

Di setiap sudut kota,, ada tatapan penuh Tanya,, tatapan penug duka, tatapan penuh murka…

Di setiap bagian ufuk,, ada tangisan tanpa henti,, ada suara berteriak lantang,, ada teriakan tanpa bunyi,,,

Sumpah serapah di mana-mana,, perang batin terus bergejolak,, irisan luka makin tampak nyata,, tak ada lagi yang tersisa,, semuanya buram,, abu-abu dan suram,, semakin kelam…

Ada apa ini??
Apa yang terjadi???

Diam…
Pikir,, dan
Jawablah… !!!

Pekanbaru,, April 2010

D' Girlz

Jeruji Hati

masalah itu untuk diselesaikan, bukan untuk dipusingkan..
hadapi hiudp dengan senyuman, setiap orang punya masalah....

kalimat2 itu pernah terngiang di telingaku..
dari mereka yg kukenal dan bahkan tak mengenalku..

kata yang biasa namun bermakna luar biasa..
terkadang sulit untuk mencernanya..

aku berpikir dan terus berpikir,, bagaimana akhir dari perjalanan singkat hidupku?
aku bertanya dan terus bertanya,, kemanakah semua ini akan bermuara?
apakah aku yang terlalu egois dengan diriku sendiri?? atau mungkin memang takdirnya yang harus begini?
semuanya tak seperti yang kubayangkan,, semuanya jauh dari yang kupikirkan...

aku ingin bercerita,, tapi aku tak bisa...
aku ingin bercerita,, tapi aku tak mampu...

mungkin aku terlihat begitu lemah..
mungkin aku terlihat begitu rapuh..
terkadang mereka menganggap ku bodoh..
terkadang mereka menganggapku keliru...

mereka menilai keputusanku salah...
mereka menilai keputusanku tidak tepat..

aku hanya ingin menjadi diriku sendiri..
bukan orang lain...
aku hanya ingin kebebasanku..
bukan sesuatu yang mengekangku...

haruskah aku akhiri semua ini??
haruskah aku berhenti sampai di sini??
haruskah aku putuskan semua nya???

atau aku harus terus berjalan,,,
atau aku harus terus berlari,,,
meskipun hanya dengan sisa-sisa yang ada???

ahhhhh..
aku mulai muak..
muak dan muak...

terkadang aku menyesali semua ini..
tapi aku merasa berdosa...
terkadang aku ingin mengingkari jalan hidupku..
tapi aku merasa durhaka...

ahhh.. sudahlah....
biarlah waktu yang akan menjawab semuanya...

mungkin memang waktu yang tahu bagaimana akhirnya...

Pekanbaru, Juni 2010

Sebuah Titik

apa yang terasa,, tak bisa terungkap..
apa yang terpikirkan,, tak bisa terucap..
semuanya hanya terpendam dan terpendam...
semuanya tersembunyi di balik seukir senyuman..
senyuman yang maknanya pun semu,, entah senang atau sinis..

mata yang sudah mulai kelelahan,,
kaki yang sudah mulai keletihan,,
badan yang sudah mulai kepenatan,,

hati yang dulu bak kertas putih kosong,, kini mulai penuh dengan berbagai coretan rasa dan perasaan...
pikiran yang dulu nak selembar benang sutra,, kini mulai merapuh untuk setiap bagian sarinya...

gelap,, ya,, semuanya seakan gelap..
tak ada lagi yang terang...
gelap,, ya,, semuanya semakin gelap..
tak ada lagi yang terang...

merasa sendiri di tengah keramaian... alienansi
merasa sendiri di tengah kebisingan.. alienansi
alienansi jiwa... apa gunanya lagi??
alienansi hati... apa gunanya lagi??

mungkin, ada sebuah titik yang berbeda..
tapi entahlah di mana..
titik yang berada di antara jutaan titik lainnya..
hmm,, bagaimana untuk menemukannya??
titik yang memang hanya satu titik...

cari dan temukanlah titik itu...
jangan hanya berhenti di titik yang tidak jelas...

Pekanbaru, Juni 2010

Jumat, 16 April 2010

ALL ABOUT US

Tak terasa waktu begitu cepat berlalu
banyak episode yang tercipta dalam kisah ini.
Semua yang telah dilewati, akan menjadi kenangan terindah dalam sepotong sejarah hidupku.
mungkin nanti, kita tak'kan bertemu lagi, maka ingatlah hari ini.
Kini, aku akan kembali melangkah seperti dulu,, namun aku tak'kan pernah mnghapus jejakmu..

Kita tak pernah menyangka, bagaimana awal kisah ini tercipta
Kita pun tak pernah tahu, bagaimana akhir dari cerita ini

Sepotong kisah ini telah berlalu dan masih banyak potongan lainnya yang harus kutemukan
Aku terus berusaha untuk menemukan potongan itu, aku terus berjuang untuk melengkapi bingkai hidupku yang belum sempurna

Cerita di antara kita memang terasa begitu singkat dan tidak sempurna
Namun, kesan dan kenangan yang kau berikan menjadi begitu berharga bagiku
Dalam setiap tarikan nafasku, akan selalu ada namamu
Dalam setiap kata-kataku, akan selalu ada kisah tentangmu

Hidup ini penuh dengan rahasia yang sangat misterius
Tak seorang pun yang bisa menemukan jawabannya
Tidak aku, engkau atau yang lainnya

Hidup ini penuh dengan pertanyaan dan teka-teki
Tak seorang pun yang bisa membuka kuncinya
Tidak aku, engkau atau yang lainnya

Mungkin, kau akan cepat menghapus cerita tentangku
Mungkin, kini kau telah melupakanku
Mungkin, aku tak pernah berarti dalam hidupmu
Mungkin, aku hanya orang asing yang sempat mengenalmu

Namun, aku tak akan pernah menghapus cerita tentangmu
Namun, aku akan selalu mengingatmu
Namun, kau begitu berarti dalam hidupku
Namun, kau bukanlah orang asing bagiku

Metamerfosa kisah ini, akan terus bergulir
Sepenggal kisah ini, akan terus berjalan

Kisah ini telah dimulai, sedang berlangsung dan akan segera berakhir. Namun, tak seorang pun yang tahu kapan dan bagaimana akhir kisah ini. Hanya waktu dan kisah ini sendiri lah yang akan mengakhirinya.

Forgive me if i have don't mistake
Thanks for ur generosity
Keep me in ur Mind
I were so happy to find a friend like u
It's a satisfying friendship

Special For: My Best Friend

Akhir Kisah Ini

Air mata sungguh tak dapat terbendung, ketika perpisahan itu benar-benar nyata,, rasa sesak di dada seakan melayang seiring untaian kata maaf dan terima kasih,, Waktu memang begitu cepat berlalu, tak seorang pun yang bisa menghadang pergulirannya, banyak kenangan yang terlukiskan, banyak kisah yang tertuliskan, banyak cerita yang terukirkan..

Aq memang tak sempurna di mata mereka
Aq juga tak seperti yang mereka harapkan
Aq bahkan tak mampu memahami mereka lebih dalam
Tapi, aq sudah terlanjur menyayangi mereka
Aq selalu berusaha untuk mengerti mereka
Aq selalu berusaha untuk membagi ceritaku bersama mereka

Terkadang, aku membenci suasana itu,
Kenapa air mataku harus keluar,
Kenapa dadaku harus sesak,
Kenapa mereka juga harus menangis

Entahlah, metamerfosa hidup ini memang selalu berganti,
Kurun waktu telah menjadikannya semu,
Bayang-bayang mentari esok hari, mungkin tak kutemukan lagi di senja hari ini
Langkah kaki ini tak tertuju kembali di sini

Hanya maaf dan terima kasih yang tak’ kan pernah henti ku ucapkan
Karena hanya itu yang sanggup aku lakukan
Aku tak berdaya dan menjadi begitu lemah, ketika harus melepas mereka
Tapi setidaknya aku bahagia, karena keinginanku sudah berhasil, walaupun mungkin mereka tak menyadarinya,,
Mungkin jika aku lebih bersama mereka, semuanya justru hancur,,
Biarlah mereka tahu seiring waktu yang bergulir,,

Kisah ini memang tak sempurna, tapi semua yang aku dapatkan semakin menyempurnakan hidupku,,,


Juni 2009

Rabu, 31 Maret 2010

Dilema Tiga Dimensi

Hati telah rapuh,,
Pikiran telah terpecah,,
Perasaan telah berkecamuk,,
Langkah kaki tak lagi seiring dengan ayunan tangan,,

Ku coba untuk mendaki setinggi mungkin,, meraih puncak tertinggi dalam kebahagiaan hidup ini,, namun terjalnya jalan dan besarnya rintangan,, membuatku merangkak perlahan-lahan,, Semakin tinggi jalan yang ku daki,, puncak kebahagiaan hidup itu terasa semakin jauh untuk diraih,, Rintangan dan tantangan pun semakin terjal dan menantang,, Aq terus berusaha untuk merangkak,, dengan sisa-sisa tenaga yang masih ada,, Ku coba untuk berdiri,, langkah pun sontak menjadi lunglai,, berjalan tertaih-tatih,, mengikuti petunjuk yang ada di sanubari,, Ingin ku berteriak,, tak ada seorang pun yang akan mendengar,, Ingin ku bertanya,, tak ada seorang pun yang akan menjawab,, Ingin ku menangis,, tak ada seorang pun yang akan menghapus air mataku,, Ingin ku berhenti,, tapi nurani ku menolak keras !!!

Hati ini pun ikut rapuh,, melihat langkah yang semakin tak terarah,, ayunan tangan tak lagi seirama dengan apa yang ada,, ia berayun sesukanya,, kadang ke depan,, ke belakang,, ke kiri,, ke kanan,, bahkan tak jarang ia ke atas dan ke bawah,, Ketika hati ini mencoba untuk bertanya,, maka tak ada jawaban yang didapatkan,, tangan terus berayun kemana ia suka,, hati ini pun akhirnya lelah dan putus asa untuk mencari tau alasannya,,,, ingin ia meneteskan air mata,, namun ia takut terluka,, ingin ia berdiam diri,, namun ia takut kecewa,, keinginan hati ini semakin banyak seiring ayunan tangan yang semakin amburadul,, namun ayunan tangan ini seakan lebih kuat daripada ketegaran hati yang sudah mulai rapuh,,,

Pikiran pun sudah mulai terpecah,, tak lagi bersatu untuk menentukan keputusan,, terkadang ia baik, namun tak jarang ia menjadi buruk,, ia berpikir ke kanan dan ke kiri,, mencari sesuatu di balik perpecahan yang terjadi,, namun,, semua itu sia-sia,, ia justru semakin terpuruk dalam perpecahan yang lebih besar,, ia masih terus mencari dan mencari,, namun semakin ia mencari,, semakin semuanya hilang,, ia berusaha untuk menyatukan kembali perpecahan itu,, ia berusaha untuk kembali bersatu padu,, namun usaha itu seakan sia-sia,, ketika bagian lainnya ingin mencoba kembali berastu,, masih ada batian lainnya yang memisahkan diri,, meskipun perpecahan itu bisa kembali bersatu,, maka keadaannya tidak akan sempurna,, Pikiran itu kini tinggal menunggu waktu, kapan ia benar-benar akan berpikir sesuai keinginan hati yang selama ini bersinergi bersamanya,,,

Perasaan yang kini ada seketika berkecamuk,, semua yang terjadi di hati dan pikiran,, bercampur baur di dalam lautan perasaan,, entah apa yang ia rasakan saat ini,, ia tak mengerti dan tak tahu sedikit pun apa yang sebenarnya terjadi,, yang ia tahu hanyalah sebuah rasa yang jauh berbeda dari biasanya,,, Ia pun mulai lelah,, mulai merasakan teriakan dan jeritan yang luar biasa,, ia serasa mau membelah dari dirinya saat ini,, Semakin lama rasa itu semakin tidak jelas,, rasa itu semakin hambar dan memudar seiring pikiran yang semakin terpecah,,

Ketika hati telah menjadi rapuh,, masihkan ada sebuah asa yang tersisa??
Ketika pikiran telah terpecah,, masihkah harapan itu bisa diwujudkan??
Ketika perasaan telah mulai berkecamuk,, masihkah keinginan itu sanggup diraih???
Ketika langkah kaki dan ayunan tangan tak lagi seirama,, mungkinkah puncak kebahagiaan itu bisa diraih ???


Pekanbaru,, November 2009
D' GirLz